Maafkan ibumu ini nak, yang tak bisa
memanjakanmu dengan dunia, hingga kau harus merayu laki laki yang kau
panggil ’sayang’ untuk dibelikan Hape.
Sungguh nak, ibumu pun ingin di ’sayang’ olehmu, meski ibu belum bisa membelikanmu hape.
Sungguh nak, ibumu pun ingin di ’sayang’ olehmu, meski ibu belum bisa membelikanmu hape.
Maafkan ibumu ini nak, yang tak bisa mendidikmu dengan baik, hingga
berkali berkali guru mu yang tak ramah itu datang pada ibu, bercerita
bahwa kau sering bolos dan bahkan menunggak sekolah.
Sungguh nak, bila ibu tak harus menjadi buruh tani, akan ibu antarkan kau sekolah seperti dulu.
Dan sungguh nak, ibu tak pernah lupa menitipkan uang SPP setiap bulannya kepadamu.
Sungguh nak, bila ibu tak harus menjadi buruh tani, akan ibu antarkan kau sekolah seperti dulu.
Dan sungguh nak, ibu tak pernah lupa menitipkan uang SPP setiap bulannya kepadamu.