Dunia Kecilku

Selamat datang di dunia kecilku. Dunia yang terbatas ketidakmampuan mengekspresikan semua keinginan, dunia yang hanya berupa penggalan penggalan, dan akan menjadi utuh karena kehadiranmu. :D

Cep Agus diajar nulis Headline Animator

Minggu, 05 Agustus 2012

Nyaris


Nyaris.
Setelah tabrakan yang cukup mengagetkan tadi petang, saya sedikit merenung sambil mengurut kaki kiri yang ijo, memar. Yah, sekilas sebelum tabrakan terjadi yang terbayang adalah orang orang yang kita cintai. Putri kecil yang lagi imut imut nya. Istri yang selalu sabar dan setia. Terutama Ibu. Cintanya belum sempat ku gubah jadi kebanggaan dan kepercayaan. Yah, mungkin Allah masih memberi waktu, agar diri ini terus berusaha mengkaji dan mencari makna dari setiap nafas yang tak kan kembali.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Menyentuh Langitmu : Part 3. Aku dan Perempuan Itu

Matahari siang itu seolah membenciku. Ia memusatkan semua panasnya tepat ke kepala. Namun aku enggan beranjak. Aku tetap duduk di atas motor yang terparkir tak jauh dari tempat kemarin. Dua mata ini tengah mencari sosok perempuan yang  telah menghancurkan harga diri ku. Perempuan berjilbab dengan mata bulatnya yang tajam berkilat. Ingin rasanya kubuat mata itu menangis, mengucurkan kepedihan yang tengah kurasakan. Senyumnya. Senyum di bibir mungil yang sok suci itu, begitu ingin kurobek dan kubuat mengerang, memohon maaf dan ampun.

Kamis, 02 Agustus 2012

Menyentuh Langitmu: Part 2. Ia dan Cintanya


“Aw… “ cubitan kecil yang kurasakan saat Phia menempelkan obat merah di bibirku yang jontor cukup membuat ku tersentak.
“Ah masa jagoan kampus cengeng kaya gini.” Ucap Phia, sepupu kecilku yang mengobati sambil tersenyum.
“Tenang aja Ka Adi, kakak masih ganteng koq.. “ Ledeknya. Mungkin, bagi orang yang baru kenal, akan capek mendengar ocehannya.
“Oh iya Ka, Motor kakak yang gede ada di bengkel. Rusak parah. Tangkinya penyok, stangnya bengkok. Lampu depannya juga pecah. Kemarin Phia sama Mang Cahyo ngambil motor itu. Dianter sama kakak… emh siapa ya namanya…Oh iya ka,  siapa perempuan yang mengantar Kaka pulang kemarin?  Pacar ka Adi bukan? Tapi sejak kapan kaka punya cewe berjilbab? Eh tapi cantik koq kak, ramah lagi…“