Bangku bambu yang
terpaku rapi di depan kios rokok berderak saat kududuki. Lampu bohlam lima watt,
memancarkan cahaya remang yang dimainkan ngengat malam. Seorang laki laki tua
keluar dari dalam kios dengan nampan dan secangkir kopi panas. Asapnya
bergoyang menabrak udara di sekitarnya. Laki laki itu kemudian duduk di ujung
bangku yang lain, setelah meletakan kopi di antara kami.
Dunia Kecilku
Selamat datang di dunia kecilku. Dunia yang terbatas ketidakmampuan mengekspresikan semua keinginan, dunia yang hanya berupa penggalan penggalan, dan akan menjadi utuh karena kehadiranmu. :D
Cep Agus diajar nulis Headline Animator
Tampilkan postingan dengan label menyentuh langitmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menyentuh langitmu. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Agustus 2012
Kamis, 16 Agustus 2012
Menyentuh Langitmu: Part 5. Keluarga, Sahabat dan Tuhan
Malam merangkul, tangan
tangan gelapnya mendekap erat. Tak lantas tertebas laju motor yang kupacu tanpa
arah. Seolah tertawa. Menyaksikan ketidakberdayaan ku menghadapi dunia. Namun
aku belum mau mati. Ada cahaya kecil yang entah milik siapa. Sahabat? Kerabat?
Saudara? Entah. Aku pun tak tahu keberadaan mereka kini. Di mana mereka yang
dulu kupedulikan dan peduli terhadapku? Setiap rumah yang kuketuk selalu
kosong. Tak punya yang kuminta. Telinga tuk mendengar duka yang kubawa. Tangan
tuk membantu menahan beban yang kurasakan. Ah…Tuhan? Selalu dalam kesendirian
aku mulai mengingat Mu.
Senin, 06 Agustus 2012
Menyentuh Langitmu: Part 4. Laki Laki dan Kenangannnya
And the rain begins to fall down on me
As the sadness growing deep inside me
I feel a little insecure right now
I am crawling, looking for a place to hide
As the sadness growing deep inside me
I feel a little insecure right now
I am crawling, looking for a place to hide
So where has all my lights gone?
For I need to fine the way out there
In my every breath, I am chanting your name
Give me strength so I can save my soul
For I need to fine the way out there
In my every breath, I am chanting your name
Give me strength so I can save my soul
Lagu itu
mengalun lembut dari tape deck hitam di samping tempat tidurku. Setiap nadanya menggiring
kesendirian dari tiap sudut ruang ke dalam dada.
Kucoba menguapkan kehampaan dan kesunyian itu dengan kepulan asap putih dari
batangan tembakau yang terbakar, namun mereka enggan terurai. Semuanya seolah
larut dalam setiap bentuk yang ku alirkan.
Sabtu, 04 Agustus 2012
Menyentuh Langitmu : Part 3. Aku dan Perempuan Itu
Matahari siang itu seolah
membenciku. Ia memusatkan semua panasnya tepat ke kepala. Namun aku enggan
beranjak. Aku tetap duduk di atas motor yang terparkir tak jauh dari tempat
kemarin. Dua mata ini tengah mencari sosok perempuan yang telah menghancurkan harga diri ku. Perempuan
berjilbab dengan mata bulatnya yang tajam berkilat. Ingin rasanya kubuat mata
itu menangis, mengucurkan kepedihan yang tengah kurasakan. Senyumnya. Senyum di
bibir mungil yang sok suci itu, begitu ingin kurobek dan kubuat mengerang,
memohon maaf dan ampun.
Kamis, 02 Agustus 2012
Menyentuh Langitmu: Part 2. Ia dan Cintanya
“Aw… “ cubitan kecil yang kurasakan
saat Phia menempelkan obat merah di bibirku yang jontor cukup membuat ku
tersentak.
“Ah masa jagoan kampus cengeng kaya
gini.” Ucap Phia, sepupu kecilku yang mengobati sambil tersenyum.
“Tenang aja Ka Adi, kakak masih ganteng koq.. “ Ledeknya. Mungkin, bagi orang yang baru kenal, akan capek mendengar ocehannya.
“Oh iya Ka, Motor kakak yang gede ada di bengkel. Rusak parah. Tangkinya penyok, stangnya bengkok. Lampu depannya juga pecah. Kemarin Phia sama Mang Cahyo ngambil motor itu. Dianter sama kakak… emh siapa ya namanya…Oh iya ka, siapa perempuan yang mengantar Kaka pulang kemarin? Pacar ka Adi bukan? Tapi sejak kapan kaka punya cewe berjilbab? Eh tapi cantik koq kak, ramah lagi…“
“Tenang aja Ka Adi, kakak masih ganteng koq.. “ Ledeknya. Mungkin, bagi orang yang baru kenal, akan capek mendengar ocehannya.
“Oh iya Ka, Motor kakak yang gede ada di bengkel. Rusak parah. Tangkinya penyok, stangnya bengkok. Lampu depannya juga pecah. Kemarin Phia sama Mang Cahyo ngambil motor itu. Dianter sama kakak… emh siapa ya namanya…Oh iya ka, siapa perempuan yang mengantar Kaka pulang kemarin? Pacar ka Adi bukan? Tapi sejak kapan kaka punya cewe berjilbab? Eh tapi cantik koq kak, ramah lagi…“
Selasa, 31 Juli 2012
Menyentuh Langitmu: Part. 1 Aku dan Egoku
"Buk" sebuah pukulan keras
tepat mengenai rahang kananku. Rasa sakit mulai merayap ke kepala, lalu mengirimkannya
kembali ke seluruh tubuh. Untuk sesaat dunia hening. Pandanganku berbayang.
Wajah wajah marah itu tersenyum puas. Tubuhku tersungkur di kaki salah seorang
dari mereka. Berikutnya tendangan dan injakan di punggung, kepala, bergantian
kurasakan. Nyanyian kebencian mereka yang terdengar samar samar mengiringi
penyiksaan itu.
Langganan:
Postingan (Atom)

