Maaf, bila aku ganteng,
hingga mencuri sebagian hidupmu,
membawanya ke ruang ruang hampa dalam lamunan,
dan menyesakinya dengan senyuman senyuman manisku,
Ah, maaf bila aku ganteng,
hingga pesonanya meruntuhkan setiamu,
membuatmu berhasrat mengejarku,
memeluk, mencumbu dan menelanjangiku.
Ah, maaf bila aku ganteng,
hingga hatimu terbang terbawa angan
menggembalakannya di padang ilalang,
menikmati rumput yang tak kunjung membuatnya kenyang
Ah, maaf bila aku ganteng
dan kegantenganku tak dapat kau bel
Dunia Kecilku
Selamat datang di dunia kecilku. Dunia yang terbatas ketidakmampuan mengekspresikan semua keinginan, dunia yang hanya berupa penggalan penggalan, dan akan menjadi utuh karena kehadiranmu. :D
Cep Agus diajar nulis Headline Animator
Selasa, 01 Mei 2012
Senin, 30 April 2012
Senja Gila
| sumber gambar: http://www.dakwatuna.com |
Kau singgahi rumah rumah orang tua, kau sapa dan ajak bicara, lalu berbagi apa yang kau punya,
Untuk apa? Apa yang kau dapat dari mereka?
Hanya senyuman dan tawa, kau memang gila.
Bagiku kau gila, Senja.
Kau temui anak anak jalanan, Bernyanyi dan bermain gitar di pelataran, Kau berikan mereka impian
Untuk apa? Apa yang kau dapat dari mereka?
Hanya senyuman dan tawa, kau memang gila.
Dan kau memang gila, Senja.
Kau penuhi rumah sempitmu dengan buku, lalu kau ajak anak anak kampung bermain di sana,
Kau bercerita dan mengajari mereka, tertawa dan bernyanyi bersama mereka,
Untuk apa? Apa yang kau dapat dari mereka?
Kau memang gila.
Apa kau tak mau menikmati dunia? lezatnya hamburger atau pizza?
Serunya nonton dan jalan jalan di mall mall Jakarta?
Apa kau sudah gila?
Tidak, aku selalu melihatmu bahagia.
Aku selalu melihatmu menikmati semuanya.
Duniamu selalu indah, tidak sepertiku.
Langitmu, terlalu jauh tuk kusentuh.
Aku mencintai kegilaanmu.
*puisi Adi pada Senja, bagian dari cerita ‘Menyentuh Langitmu’
Dari Sebrang Kelas
| sumber: Koleksi pribadi |
Seperti pagi ini, aku hanya bisa memandangmu dari seberang kelasmu berada. Saat bel istirahat berbunyi, kumenanti kau keluar dari kelasmu, berkerudung putih dengan rok panjang yang tersetrika dengan rapi. Dan saat mata ini menemukanmu, kurasakan luapan energi besar menghantam jantungku, membuatnya liar, melompat kesana kemari layaknya kelinci. Mataku pun seolah membeku, berhenti pada satu objek pasti dan mengaburkan yang lain. Kau selalu cantik di hatiku, membuatku selalu merindu dan cemburu. Saat kau bercanda bersama sahabat - sahabatmu, Aku merasa kenapa bukan aku yang duduk di sampingmu. Saat kau tertawa riang, kenapa bukan aku yang menyuguhkannya untukmu, Ah seandainya aku mampu bebas dari belenggu ini, aku akan berlari ke arahmu dan menceritakan betapa aku mengagumimu. Bukan hanya keindahan parasmu, namun juga keindahan tutur katamu, yang tak henti mengalun di kepalaku. Ah seandainya aku mampu…
“Teeet…” lamunanku pun berakhir, aku harus segera kembali ke duniaku, dan menyimpan dirimu sejenak di ruang tunggu. Aku melangkah menuju ruang kelas, dan seperti biasa saat pintu terbuka, aku disambut oleh sapaan penuh cinta,
“Selamat Siang Pak…..”
Langganan:
Postingan (Atom)
