“Ki, engke bareng nya. “ pintaku pada Rizky sambil bergegas
menuju ruang guru untuk membereskan netbuk yang masih menyala. Hari ini aku
memang berrencana untuk melakukan home visit ke salah satu siswa yang tinggal
di Cibalu. Setelah mencari informasi mengenai lokasi rumah siswa tersebut, aku
meminta Rizky dan Wan wan, dua murid yang juga tinggal di Cibalu, untuk
mengantar ku ke sana.
Dua belas lima belas motor putihku mulai melaju, mengekor
motor yang dikendarai Rizky dan Wan wan. Sapaan anak anak yang tengah melangkah
pulang mewarnai perjalananku siang itu. Aku hanya membalas nya dengan candaan,
tanpa mencoba


